BACAAN:
Peranan tes objektif di Indonesia makin lama makin besar, terbukti dengan semakin banyaknya lembaga, terutama dalam kegiatan-kegiatan beskala besar, yang menggunakan tes tersebut, misalnya BPPT, BAPPENAS, Ujian Seleksi Mahasiswa, EBTANAS, bahkan juga kegiatan lain di luar lembaga pendidikan, misalnya lomba cepat tepat, lomba kelompok capir dan sebagainya.
Namun akhir-akhir ini terdengar kritik yang tajam tes objektif. Hal ini disebabkan antara lain karena banyak tes objektif yang tidak memenuhi syarat sebagai tes yang baik. Memang menyusun tes objektif yang baik bukanlah pekerjaan yang mudah, yang dapat dilakukan sembarangan. Pekerjaan ini memerlukan kemampuan dan ketrampilan profesional, kesungguhan dan daya kreasi. Latihan dan pengalaman pun menjadi pengaruh yang sangat mendukung.
Penulis buku ini, berdasarkan pengalamannya dalam mengasuh mata kuliah Teori Psikometri, Konstruksi Tes, Psikologi Testing, dan Metodologi Penelitian, serta penelitiannya dari berbagai diskusi yang dilakukannya dengan para ahli di pusat-pusat testing di Filiphina, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat, berpendapat bahwa Indonesia masih harus berbuat banyak dalam hal peningkatan kemampuan dan ketrampilan penulisan tes objektif.
Manakah pernyataan yang benar berikut ini berdasarkan bacaan tersebut?