Manfaat BEP bagi Perusahaan
Break Even Point atau BEP adalah sebuah kondisi di mana operasional perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dan juga tidak menderita kerugian. Dalam kondisi BEO, jumlah pendapatan yang diterima sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan, dengan kata lain, BEP adalah saat antara pendapatan dan pengeluaran pada kondisi yang sama, sehingga labanya adalah nol. Analisis BEP adalah teknik analisis untuk mempelajari hubungan antara volume penjualan dan probabilitas. Analisis ini disebut juga sebagai analisis impas.
Lebih lanjut, analisis ini digunakan untuk menentukan berapa unit yang harus dijual agar perusahaan memperoleh keuntungan, baik yang dalam volume penjualan dalam unit maupun rupisah. Maka dari itu kira dapat melihat rumus BEP (dalam unit) sebagai berikut:
BEP=(Biaya tetap produksi)/(harga jual per unit-biaya variabel per unit)
Di mana biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dan berubah-ubah sesuai dengan volume produksi.
Sumber: merdeka.com (dengan modifikasi)
Suatu UMKM memproduksi cireng kemasan dengan harga jual perkemasan adalah Rp.15.000,00. Biaya tetap yang dikeluarkan UMKM tersebut per bulan adalah Rp.20.000.000,00 yang meliputi gaji karyawan serta pemilik, sewa dapur, dan biaya transportasi. Biaya variabel perkemasan adalah Rp.10.000,00 yang meliputi biaya upah masak serta pengemasan, biaya bahan baku, dan biaya lain. UMKM akan memperoleh keuntungan jika memperoleh hasil penjualan atau omset sebesar…